QiuQiu Poker Online Bonus Setiap Deposit Serta Capsa Online Dan Bandar Judi Ceme Bonus New Member Di Situs Judi Poker QiuQiuPoker.Online

You are here:  / Ekonomi / IPS Disebut Mampu Potong Mata Rantai Penjualan Tembakau

IPS Disebut Mampu Potong Mata Rantai Penjualan Tembakau

Metrotvnews.com, Jember: Integrated Production System (IPS) atau program kemitraan disebut mampu memotong mata rantai penjualan tembakau. Pasalnya, petani tembakau dapat langsung menjual hasil panennya kepada perusahaan.

Head of Regulatory Affairs International Trade and Communications Sampoerna, Elvira Lianita menjelaskan, sebelum adanya program kemitraan, para petani harus melalui proses yang panjang untuk dapat menjual hasil panennya. Hal itu disebabkan para petani tak memiliki akses langsung ke perusahaan atau gudang untuk menjual.

“Mereka (petani tembakau pada umumnya) biasanya menjualnya melalui pengepul, jadi rantainya cukup panjang,” kata Elvira di Desa Sukowono, Jember, Jawa Timur, Sabtu (30/7/2016).

Namun, kata Elvira dengan adanya program kemitraan dapat memudahkan petani menjual hasil panen. Petani dapat langsung menjual kepada perusahaan sebelum disuplai ke PT Hanjaya Mandala Sampoerna, Tbk.

“Kalau mitra bisa langsung kepada perusahaan. Jadi kita memotong mata rantai,” ucap dia.

Selain itu, Elvira menyebut program kemitraan dapat lebih efesien. Sebab, para petani dapat diberikan fasilitas agar lebih cepat memproses daun tembakau sebelum dijual ke perusahaan.

Biasanya, sambung dia, jika tidak bermitra, petani membutuhkan waktu satu hingga tiga minggu untuk menunggu daun tembakau kering. Para petani biasanya mengandalkan sinar matahari untuk mengeringkannya.

Sedangkan, petani yang bermitra hanya membutuhkan waktu tiga hingga tujuh hari untuk dapat mengeringkan daun tembakau.

“Kalau daun atas bisa tiga minggu kering (kalau petani konvensional), tapi dengan plastik uv bisa dengan tujuh hari. Bahkan kalau daun bawah hanya tiga hari kering,” beber dia.

Seorang petani tembakau, Muhammad Dahlal, mengaku hasil panennya semakin meningkat setelah bermitra dengan Sampoerna. “Selama bermitra belum pernah rugi. Pas Gunung Raung mengeluarkan abu, bikin tembakau bermutu rendah tetap dibeli dengan harga normal sesuai kontrak,” kata Dahlal.

Dahlal menjelaskan, harga tembakau yang dijual kepada Sampoerna berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram. Dengan harga itu, Dahlal mengaku lebih untung sekalipun kualitas tembakau kurang baik.

Sebelum bermitra, petani dapat menjual hasil panennya dengan harga Rp10 ribu hingga Rp40 ribu. Tapi, hal itu tergantung pada kualitas tembakau yang dihasilkan.

“Dapat Rp40 ribu kalau kebutuhan lagi naik banget tapi kalau tembakau buruk hisa tidak laku sama sekali,” tukas dia.

PT HM Sampoerna saat ini telah memiliki mitra sekira 27 ribu petani tembakau dari total 550 ribu petani tembakau di seluruh Indonesia. Petani tembakau yang bermitra dengan Sampoerna terdapat di Jember, Lombok, Wonogiri, Malang, Rembang, Blitar dan Lumajang.

(Des)

Incoming search terms:

  • dapat mampu disebut
  • rantaiqiuqiu com
QiuQiu Poker Online Uang Asli

QiuQiuPoker.Online : Bandar Judi QiuQiu Poker Online Indonesia, Poker Online Indonesia Terpercaya serta Bandar Judi Poker Terbesar dan salah satu situs QiuQiu Poker Terbaik di Indonesia dan Asia. Ayo ikuti Promo Bonus New Member, Bonus Deposit Setiap Deposit dari QiuQiuPoker.Online serta Bonus Turnover, Bonus Referral dan Bonus Jackpot ratusan juta rupiah.

YOU MIGHT ALSO LIKE

Situs Judi Resmi 1 User ID Untuk Semua Game: Live Casino, Bola, Poker & Slots