QiuQiu Poker Online Bonus Setiap Deposit Serta Capsa Online Dan Bandar Judi Ceme Bonus New Member Di Situs Judi Poker QiuQiuPoker.Online

You are here:  / Gaya / Tingkatkan Kualitas SDM, Menkes Canangkan Investasi Gizi

Tingkatkan Kualitas SDM, Menkes Canangkan Investasi Gizi

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia masih dilanda masalah gizi pada anak. Di beberapa daerah, masih terdapat anak yang kekurangan gizi.

Masalah gizi pada anak dipengaruhi faktor langsung dan tidak langsung. Faktor langsung, terjadi akibat konsumsi makanan yang tidak tepat dan infeksi yang diderita anak. Sementara, faktor tidak langsung dipengaruhi pola asuh, ketersediaan dan keragaman makanan yang dikonsumsi, sosial ekonomi, budaya, dan politik.

Perbaikan gizi menjadi agenda penting dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Pasalnya, pada periode 2020-2030, akan terjadi ledakan penduduk usia produktif di Indonesia.

Hal tersebut merupakan kesempatan emas bagi bangsa Indonesia untuk meningkatkan kemajuan bangsa. Dengan catatan, Indonesia memiliki kualitas sumber daya manusia yang bagus.

Gizi yang baik adalah faktor yang menunjang hal tersebut.

Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp M(K) saat membuka Dialog Nasional bertajuk Kurang Gizi Terselubung Menuai Generasi Hilang, di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (27/7/2016) menjelaskan aplikasi dari program kerja tersebut.

Pertama, kata Menkes, akan diberlakukan program untuk meningkatkan kualitas pelayanan ibu dan anak.

“Dalam upaya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kasehatan ibu dan anak, dilakukan pendekatan Continuum of Care yang dimulai sejak masa pra-hamil, hamil, bersalin dan nifas, bayi, balita, hingga remaja, yaitu pria dan wanita subur,” paparnya.

Kedua, investasi gizi untuk memutus lingkaran masalah gizi. Langkah ini akan berfokus pada kesehatan ibu.

Gizi tak cukup yang didapatkan dari ibu dapat memengeruhi pertumbuhan anak. Misalnya, bayi dengan berat badan rendah cenderung menderita stunting (pendek).

“Sebanyak 30 persen stunting menyebabkan obesitas sentral (kegemukan di bagian perut), 21 persen indeks masa tubuh meningkat, dan lebih dari 40 persen kelebihan kolesterol jahat di dalam tubuh,” jelas Dr dr Saptawati Bardosono, M.Sc, ahli gizi Departemen Ilmu Gizi FKUI-RSCM, pada kesempatan yang sama.

Anak dengan berat badan rendah sebaiknya diberi makanan yang mengandung banyak protein. Sebab, protein memiliki manfaat untuk membentuk jaringan dan otot. Jika jaringan tubuh dan otot berkembang, kemungkinan stunting bisa diperkecil.

Contoh makanan yang mengandung protein, di antaranya ikan, telur ayam atau telur bebek, sayur mayur, polong-polongan, tempe, dan tahu.

 
(DEV)

QiuQiu Poker Online Uang Asli

QiuQiuPoker.Online : Bandar Judi QiuQiu Poker Online Indonesia, Poker Online Indonesia Terpercaya serta Bandar Judi Poker Terbesar dan salah satu situs QiuQiu Poker Terbaik di Indonesia dan Asia. Ayo ikuti Promo Bonus New Member, Bonus Deposit Setiap Deposit dari QiuQiuPoker.Online serta Bonus Turnover, Bonus Referral dan Bonus Jackpot ratusan juta rupiah.

YOU MIGHT ALSO LIKE

Situs Judi Resmi 1 User ID Untuk Semua Game: Live Casino, Bola, Poker & Slots